Menyusuri jejak epik kejayaan Kerajaan Galuh abad ke-8 di balik rimbunnya pelukan hutan lindung seluas 25 hektar.
Mulai PerjalananSitus Karangkamulyan bukan sekadar susunan batu kuno. Ini adalah saksi bisu dari kebesaran Kerajaan Galuh yang berdiri kokoh pada abad ke-8 Masehi. Di bawah kanopi pepohonan raksasa, tersembunyi kisah-kisah kepahlawanan yang hidup dalam urat nadi masyarakat Sunda.
Dikenal erat dengan legenda Ciung Wanara, kawasan hutan lindung ini menjaga warisan leluhur mulai dari singgasana raja hingga mata air suci yang tak pernah kering. Tempat di mana alam dan mitologi melebur menjadi satu kesatuan yang magis.
Jelajahi artefak batu peninggalan yang tersebar di penjuru hutan, masing-masing menyimpan aura mistis dan fungsi ritual di masa kejayaan raja-raja Galuh.
Singgasana batu bertingkat yang diyakini sebagai tempat duduk raja. Pusat aura kewibawaan penguasa Galuh.
Mata air suci abadi. Dipercaya oleh masyarakat dapat membawa berkah, awet muda, dan menyucikan jiwa.
Batu memanjang menyerupai senjata. Penanda kekuatan pertahanan dan pusaka gaib penjaga batas wilayah.
Arena legendaris tempat Ciung Wanara memenangkan tahta Galuh melalui pertarungan ayam pusaka kesayangannya.
Nikmati udara segar hutan lindung yang rindang sambil menyerap energi sejarah masa lalu. Cocok untuk wisata keluarga, edukasi, maupun kontemplasi pribadi.
Jl. Raya Banjar - Ciamis, Karangkamulyan, Kec. Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46271
Buka Setiap Hari
07.00 - 17.00 WIB